Ditjen Pajak dan 5 BUMN Sepakat Kembangkan Bisnis UMKM | #1 Liputan Berita Terdepan - wes

Mobile Menu

ads

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

More News

Ditjen Pajak dan 5 BUMN Sepakat Kembangkan Bisnis UMKM

Oktober 31, 2018

https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 31 20 1971638 ditjen-pajak-dan-5-bumn-sepakat-kembangkan-bisnis-umkm-JV7W1V9G9y.jpg

JAKARTA – Direktorat JenderaI Pajak (DJP) Kementerian Keuangan melakukan kerjasama dengan lima Badan Usaha Milik Negara (BUMN) guna mendorong dan mengembangkan kuaIitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia.

Kelima perusahaan negara itu yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Perjanjian Kerja Sama tentang Pembinaan UMKM ini dilakukan meIaIui Program Rumah Kreatif BUMN (RKB) dan Business Development Services Ditjen Pajak.

Di mana melalui kerja sama ini, Ditjen Pajak bakal memberikan pelatihan dan bimbingan terkait materi perpajakan, pembukuan, dan materi Iainnya serta layanan perpajakan kepada UMKM yang tergabung dalam program Rumah Kreatif BUMN.

Baca Juga: Pelaku UMKM Disarankan Melek Selera Generasi Milenial

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, UMKM merupakan elemen penting bagi ekonomi Indonesia. Pasalnya mengambil peran 98%dalma perekonomian di dalam negeri, di mana 96% tenaga kerja berada di UMKM, serta dalam menyumbang 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

"Jumlahnya (berkontribusi) sangat besar, oleh karena itu kalau kita semau sinergi untuk perkuat UMKM, maka kita bisa lihat dampaknya ke tenaga kerja, PDB, dan investasi," katanya di Gedung Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Rabu (31/10/2018).

Baca Juga: Omzet Penjualan 61 UKM Hampir Rp300 Juta dalam Seminggu

Sementara itu, Direktur Jenderal Pajak Robert Pakpahan menyatakan, dari sisi jumlah pembayar pajak dari UMKM ini hanya sekitar 1,5 juta wajib pajak dengan kontribusi 2,2% terhadap total penerimaan pajak penghasilan yang dibayar sendiri oIeh wajib pajak. Menurutnya, dengan adanya kebinakan penurunan tarif PPh Final menjadi 0,5% maka doharapkan semakin banyak pelaku UMKM yang patuh terhadap kewajiban pajaknya.

"Kami harap UMKM dapat berkembang dan meningkatkan penerimaan pajak dari sektor UMKM," kata Robert dalam kesempatan yang sama.

Untuk diketahui, pemberian dukungan kepada UMKM daIam program RKB ini merupakan perluasan dari program Business Development Services yang telah dirintis sejak tahun 2015 di mana Ditjen Pajak memberikan bantuan bimbingan bukan saja di bidang perpajakan tapi juga seputar pemasaran, pengajuan kredit, dan pengembangan produk kepada UMKM di area kerja beberapa Kantor Pelayanan Pajak.

(dni)

0 comments:

Posting Komentar